Diskusi Buku Virtual pertama kali ini diadakan oleh Forum Taman Baca Bojonegoro (FTBM) yang bekerjasama dengan Taman Baca Indonesia (tamanbaca.id) pada hari Jumat, (19/06/2020). Diskusi buku ini dilaksanakan melalui aplikasi zoom dan juga disiarkan secara live streaming pada channel YouTube Ilhami TV.

Diskusi perdana ini membicarakan buku yang berjudul “Agama Saya adalah Uang” karya Nurudin. Spesialnya pada kesempatan ini langsung mengundang penulis buku tersebut yaitu Nurudin, M. SI., beliau merupakan dosen FISIP UMM dan penulis buku best seller “Agama Saya adalah Uang” dan “Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenial”. Tidak hanya itu, diskusi buku virtual ini juga ditemani oleh Lia Hilyatul Masrifah, MA., yang merupakan dosen UIN Sunan Ampel Surapaya dan Kolumnis Perempuan.

Diskusi ini dipandu oleh Bangun S. Nugroho, M.Pd, selaku inisiator tamanbaca.id dan juga Ketua Forum TBM Bojonegoro. Sesi pertama akan pemaparan terkait buku “Agama Saya adalah Uang” oleh Nurudin sebagai penulis. Sesi ke-dua disampaikan oleh Lia Hilyatul Masrifah.

Nurudin berpesan dari awal bahwa jangan hanya memahami judul dan memahaminya secara tekstual saja, maka orang tersebut tidak bisa memahami buku. Alasan beliau menulis buku ini terinspirasi dari buku yang ditulis oleh Andreas Harsono yang berjudul “Agama Saya adalah Jurnalisme”.

Beliau memaparkan bahwa kita tidak bisa memungkiri bahwa terdapat tindakan umum yang sering terjadi yaitu menjadikan uang sebagai agama dan menjadikan uang sebagai perantara mencari kebutuhan tertentu. Di dalam politik, masalah uang menjadi pemersatu perbedaan.

Buku ini ditulis untuk menggugah pikiran pembaca agar pembaca dapat memahami bahwa kita semua hidup di masyarakat yang plural dan harus dapat memahami segala perbedaan. Dengan perbedaan, kita dituntut untuk dapat belajar dari satu hal ke hal yang lain. Pesan dari buku ini, kita harus bisa menghargai segala pendapat dan pilihan orang lain.

Pada sesi ke dua Lia Hilyatul Masrifah mengungkapkan kesannya sebagai pembaca buku “Agama Saya adalah Uang” yang sangat ringan dan tidak bosan untuk dibaca sampai tuntas. Beliau memaparkan bahwa isi dari buku ini merupakan kumpulan kritik yang dibahas secara ringan.

Buku ini juga menjelaskan bahwa bahan sharingan dari seseorang merupakan identitas orang tersebut. Ketika agama di dunia virtual mengajarkan mendapatkan rezeki halal, menjaga sikap, berakhlak baik, tidak kemudian bisa berjalan. Semua bisa berjalan sesuai tujuan jika dapat mengaplikasikan hal tersebut dengan benar.

Terkadang juga bisa membuat mengelus dada dan menghela napas. Buku dengan tebal 182 halaman karya Nurudin itu mengangkat sebuah perbedaan agama, suku, dan ras di Indonesia. Akan tetapi, itu semua disatukan dalam keyakinan adanya Tuhan.


Nurudin dalam bukunya juga menyindir kelakuan para politisi. Dia menyebut orang yang suka melempar tanggung jawab kepada anak buah disebut sebagai wani silit wedi rai. Ungkapan itu berarti seseorang yang berani main di belakang, tetapi tidak bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Buku tulisan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memiliki buku terdahulunya dengan menggunakan majas sebagai judul.

Akhir dari diskusi buku virtual ini diisi dengan sesi tanya jawab atau diskusi antara peserta dengan narasumber. Dsikusi buku virtual  “Agama Saya adalah Uang dapat disimak melalui akun YouTube Ilhami TV (https://youtu.be/ZPvHiGWHq5k).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *