Oleh: Nuribi Hariyanto

Masihkah kita terus berdebat hakikat pahlawan?
Pelajaran sejarah di bangku sekolah
Deretan nama pahlawan
Mendedah zaman; tembus batas kemanusian
Gugur di medan laga, berjuang segenap daya
Namanya baka di monumen, ingatan, buku pelajaran
Hingga jejalanan kota
 
Apakah ini sudah selesai?
Kupandang jumantara, negeri ini dirundung nestapa
Ribuan nyawa melayang menghadap Sang Pencipta
Sirine terus meraung kencang di setiap gendang telinga
Rumah menjadi sekolah, sekolah menjadi purba
Kita ringkih dicekik bala, lapar, dan dahaga
 
Pahlawan adalah kita
Bapak yang selepas fajar telah gagah memijak bentala
Ibu yang menghadirkan pendar senyuman di rumahnya
Anak yang berjibaku di garis waktu
Guru yang menyediakan jiwanya medan ilmu
Tenaga medis yang berkhidmat di balik hazmat
Pejabat yang menjalankan amanah rakyat
Jelata yang terburai uratnya dan terurai doa di hatinya
Hakim yang tunduk konstitusi
Polisi yang mengayomi dan melindungi
Prajurit yang menjaga kedaulatan negeri
Indonesia butuh kita
Penebar sauh, sekeranjang kerja
Penyala suluh; lentera dalam gulita
Meski tiada lagi sanjung puji selepasnya

Lomba Cipta Karya Puisi Nasional – Kategori Umum

Sumber gambar: https://tirto.id/bagaimana-pandemi-covid-19-memengaruhi-angka-pengangguran-ri-fK3e

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *